Gagal Ginjal Kronik.ppt

Download

Gagal Ginjal Kronik.ppt

Gagal Ginjal Kronik
Definisi
Gagal ginjal kronik adalah kerusakan ginjal yang terjadi selama lebih dari 3 bulan, berdasarkan kelainan patologis atau petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria
Batasan penyakit ginjal kronik
Kerusakan ginjal > 3 bulan, yaitu kelainan struktur atau fungsi ginjal, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus berdasarkan:
Kelainan patologik
Petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria atau kelainan pada
pemeriksaan pencitraan

Laju filtrasi glomerulus < 60 ml/menit/1,73m² selama > 3 bulan dengan atau tanpa kerusakan ginjal
Laju filtrasi glomerulus (LFG) dan stadium penyakit ginjal kronik
Etiologi
glomerulonefritis (25%)
diabetes melitus (23%)
hipertensi (20%)
ginjal polikistik (10%)
Faktor risiko
pasien dengan diabetes melitus atau hipertensi
obesitas atau perokok
berumur lebih dari 50 tahun, dan
individu dengan riwayat penyakit diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit ginjal dalam keluarga
Gambaran klinik
kelainan hemopoeisis
saluran cerna
mata
Kulit
selaput serosa
kelainan neuropsikiatri dan
kelainan kardiovaskular
Diagnosis
Memastikan adanya penurunan faal ginjal (LFG)
Mengejar etiologi GGK yang mungkin dapat dikoreksi
Mengidentifikasi semua faktor pemburuk faal ginjal (reversible factors)
Menentukan strategi terapi rasional
Meramalkan prognosis
Penatalaksanaan
Terapi konservatif
Terapi simtomatik
Terapi pengganti ginjal

DIABETES MELLITUS.PPT

Download

DIABETES MELLITUS.PPT

DIABETES MELLITUS (KENCING MANIS)
Definisi
Diabetes adalah suatu kondisi yang ditandai meningkatnya kadar gula dalam darah (hyperglycemia) sehingga menimbulkan risiko kerusakan microvascular (retinopathy, nephropathy dan sakit saraf). Dan macrovascular (stroke, tekanan darah tinggi dan kelainan jantung)
PENYEBAB
Penyebab diabetes yang utama adalah karena kurangnya produksi insulin (diabetes mellitus tipe 1, yang pertama dikenal), atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin (diabetes mellitus tipe 2, bentuk yang lebih umum).
JENIS DIABETES MELLITUS
TIPE 1
TIPE 2
TIPE 1
Diabetes mellitus tipe 1 — dulu disebut insulin-dependent diabetes (IDDM, “diabetes yang bergantung pada insulin”), atau diabetes anak-anak, dicirikan dengan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.
TIPE 2
Diabetes mellitus tipe 2 — dulu disebut non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM, “diabetes yang tidak bergantung pada insulin”) — terjadi karena kombinasi dari “kecacatan dalam produksi insulin” dan “resistensi terhadap insulin” atau “berkurangnya sensitifitas terhadap insulin”(adanya defek respon jaringan terhadap insulin)yang melibatkan reseptor insulin di membran sel.
GEJALA-GEJALA DIABETES MELLITUS
POLYURIA
polyuria berarti penderita mengalami banyak kencing(sering kencing).
POLYDIPSIA
akibat banyak kencing sehingga penderita mengalami haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi)
POLYPHAGIA

OBAT-OBAT ANTI DIABET
Sediaan Insulin
Obat Antidiabet Oral
SEDIAAN INSULIN
Short acting insulin
Merupakan larutan insulin sederhana dengan mula kerja 30 menit menghilang dalam 8 jam.
Contoh obat : actrapid
Intermediate dan long acting insulin
Lama kerjanya antara 16 – 35 jam.
Contoh obat : insulatard

Isophane insulin (NPH)
Lama kerjanya sekitar 20 jam
Biphasic fixed mixture insulin
Merupakan campuran insulin larut dan isophane dengan berbagai perbandingan misalnya 30% insulin larut dan 70% isophane
Ultralente
Merupakan suspensi kristal Zn insulin yang lama kerjanya mencapai 35 jam.

OBAT ANTIDIABET ORAL
Glipizid dan glicazid
Mempunyai waktu paruh yang pendek
Dosis 2,5 – 5 mg sehari sebelum makan pagi atau siang.
Glibenclamid
Waktu paruh lebih panjang dan diberikan satu kali sehari. Mempunyai efek samping gangguan saluran pencernaan dan rash bisa terjadi tetapi jarang.
Dosis awal pemberian 5 mg sehari satu kali. Diberikan setelah makan pagi. Penderita lanjut usia dosis 2.5 mg. Dosis maksimal 15 mg sehari

Repaglinid
Turunan benzamido dengan mula dan lama kerja yang cepat, diminum saat makan untuk menghasilkan kadar insulin yang tinggi saat mencerna dan menghindari hipoglikemi antar waktu makan.
Disis awal 500 microgram, diberikan 30 menit sebelum makan

Biguanid
Contoh obat : metformin.
Metformin bekerja di perifer untuk meningkatkan uptake glukosa.
Dosis dewasa atau anak diatas 10 tahun 500 mg pada waktu makan pagi selama 1 minggu. Kemudian 500 mg pada waktu makan pagi dan makan malam untuk  minggu berikutnya. Kemudian 500 mg pada saat makan pagi, siang dan malam. Dosis maksimal 2 gram sehari dalam dosis terbagi.

Acarbose
Dosis awal 50 mg sehari, ditingkatkan sampai 50 mg tiga kali sehari, kemudian ditingkatkan sesuai kebutuhan setelah 6 – 8 minggu sampai 100 mg tiga kali sehari. Maksimal 200 mg  kali sehari. Tidak direkomendasikan untuk anak dibawah 12 tahun.

Glitazon (Thiazolidindon)
Obat ini meningkatkan sensitifitas insulin dengan berikatan pada reseptor PPAR-γ yang selanjutnya meningkatkan transkripsi gen yang memperantarai kerja insulin.

žPENGGOLONGAN OBAT.PPT

žDownload

žPENGGOLONGAN OBAT

žPenggolongan sederhana dapat diketahui dari definisi yang lengkap di atas yaitu obat untuk manusia dan obat untuk hewan. Selain itu ada beberapa penggolongan obat yang lain, dimana penggolongan obat itu dimaksudkan untuk peningkatan keamanan dan ketepatan penggunaan serta pengamanan distribusi.
žBerdasarkan undang-undang obat digolongkan dalam
ž1.Obat Bebas
ž2.Obat Keras
ž3.Obat Psikotropika
žOBAT BEBAS
žObat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter (disebut obat OTC = Over The Counter), terdiri atas obat bebas dan obat bebas terbatas.
žObat Bebas
žIni merupakan tanda obat yang paling “aman” .
Obat bebas, yaitu obat yang bisa dibeli bebas di apotek, bahkan di warung, tanpa resep dokter, ditandai dengan lingkaran hijau bergaris tepi hitam. Obat bebas ini digunakan untuk mengobati gejala penyakit yang ringan. Misalnya : vitamin/multi vitamin (Livron B Plex, )
žObat bebas terbatas
žObat bebas terbatas (dulu disebut daftar W). yakni obat-obatan yang dalam jumlah tertentu masih bisa dibeli di apotek, tanpa resep dokter, memakai tanda lingkaran biru bergaris tepi hitam. Contohnya, obat anti mabuk (Antimo), anti flu (Noza). Pada kemasan obat seperti ini biasanya tertera peringatan yang bertanda kotak kecil berdasar warna gelap atau kotak putih bergaris tepi hitam, dengan tulisan sebagai berikut
ž
žP.No. 1: Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya.
P.No. 2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
P.No. 3: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
P.No. 4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
P.No. 5: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan
žOBAT KERAS
žObat keras (dulu disebut obat daftar G = gevaarlijk = berbahaya) yaitu obat berkhasiat keras yang untuk memperolehnya harus dengan resep dokter,memakai tanda lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan tulisan huruf K di dalamnya. Obat-obatan yang termasuk dalam golongan ini adalah antibiotik (tetrasiklin, penisilin, dan sebagainya), serta obat-obatan yang mengandung hormon (obat kencing manis, obat penenang, dan lain-lain).
žObat-obat ini berkhasiat keras dan bila dipakai sembarangan bisa berbahaya bahkan meracuni tubuh, memperparah penyakit atau menyebabkan mematikan.
žPSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA
žObat-obat ini sama dengan narkoba yang kita kenal dapat menimbulkan ketagihan dengan segala konsekuensi yang sudah kita tahu.
žKarena itu, obat-obat ini mulai dari pembuatannya sampai pemakaiannya diawasi dengan ketat oleh Pemerintah dan hanya boleh diserahakan oleh apotek atas resep dokter. Tiap bulan apotek wajib melaporkan pembelian dan pemakaiannya pada pemerintah.
žPSIKOTROPIKA
žPsikotropika adalah Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.
Jenis –jenis yang termasuk psikotropika:
a. Ecstasy
b. Sabu-sabu
žNARKOTIKA
žAdalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakan dengan memasukkannya ke dalam tubuh manusia.
Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.
žMacam-macam narkotika:
žOpiod (Opiat)
Bahan-bahan opioida yang sering disalahgunakan :
• Morfin
• Heroin (putaw)
• Codein
• Demerol (pethidina)
• Methadone
b. Kokain
c. Cannabis (ganja)
žPenggolongan Obat Tradisional
žPenggolongan obat di atas adalah obat yang berbasis kimia modern, padahal juga dikenal obat yang berasal dari alam, yang biasa dikenal sebagai obat tradisional.Obat tradisional Indonesia semula hanya dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu obat tradisional atau jamu dan fitofarmaka. Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, telah diciptakan peralatan berteknologi tinggi yang membantu proses produksi sehingga industri jamu maupun industri farmasi mampu membuat jamu dalam bentuk ekstrak. Namun, sayang pembuatan sediaan yang lebih praktis ini belum diiringi dengan perkembangan penelitian sampai dengan uji klinik. Saat ini obat tradisional dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu jamu, obat ekstrak alam, dan fitofarmaka
žJamu (Empirical based herbal medicine)
žJamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional, misalnya dalam bentuk serbuk seduhan, pil, dan cairan yang berisi seluruh bahan tanaman yang
menjadi penyusun jamu tersebut serta digunakan secara tradisional. Pada umumnya, jenis ini dibuat dengan mengacu pada resep peninggalan leluhur yang disusun dari berbagai tanaman obat yang jumlahnya cukup banyak, berkisar antara 5 – 10 macam bahkan lebih. Bentuk jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai dengan klinis, tetapi cukup dengan bukti empiris. Jamu yang telah digunakan secara turun-menurun selama berpuluh-puluh tahun bahkan mungkin ratusan tahun, telah membuktikan keamanan dan manfaat secara langsung untuk tujuan kesehatan tertentu
žObat Herbal Terstandar (Scientific based herbal medicine)
žAdalah obat tradisional yang disajikan dari ekstrak atau penyarian bahan alam yang dapat berupa tanaman obat, binatang, maupun mineral. Untuk melaksanakan proses ini membutuhkan peralatan yang lebih kompleks dan berharga mahal, ditambah dengan tenaga kerja yang mendukung dengan pengetahuan maupun ketrampilan pembuatan ekstrak. Selain proses produksi dengan tehnologi maju, jenis ini pada umumnya telah ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian pre-klinik seperti standart kandungan bahan berkhasiat, standart pembuatan ekstrak tanaman obat, standart pembuatan obat tradisional yang higienis, dan uji toksisitas akut maupun kronis.
žFitofarmaka (Clinical based herbal medicine)
žMerupakan bentuk obat tradisional dari bahan alam yang dapat disejajarkan dengan obat modern karena proses pembuatannya yang telah terstandar, ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada manusia.. Dengan uji klinik akan lebih meyakinkan para profesi medis untuk menggunakan obat herbal di sarana pelayanan kesehatan. Masyarakat juga bisa didorong untuk menggunakan obat herbal karena manfaatnya jelas dengan pembuktian secara ilimiah.
ž

 

COMPOUNDING AND DISPENSING.ppt

Download

COMPOUNDING AND DISPENSING.PPT

“COMPOUNDING AND DISPENSING”

Prof. Dr. RA. Oetari, SU. Apt.
“PHARMACIST ARE UNIQUE PROFFESIONALS”
Pharmacist roles ambulatory care, can include :
Dispensing and compounding medications
Counseling patients
Minimizing medication errors
Enhancing patient compliance
Monitoring drug therapy
Minimizing drug expenditures.

Compounding means :
Preparation
Mixing
Assembling
Packaging
Labelling
…..Of Drug or Device

Pharmacist is “LEGALLY” qualified to compound.
a compounding pharmacist MUST :
Have access to the most recent information available.
Maintain an inventory for proper storage of drugs and flavoring agents and be capable of obtaining any chemically within a reasonable time.
Continue……
Be dedicated to pharmacy and willing to put forth the necessary financial and time investment.

Have the appropiate physical facilities and equipment to do the job right ( the extent and type of compounding may be determined or limited by the facility ).
Continue……….
Be committed to lifelong learning and continuing education, since a major advantage of compounded prescriptions is that they provide treatmens that are new, undeveloped, and often not commercially available.

Have a willingness to tear down walls and build bridges to share experiences with others for the good of all.

Resep adalah permintaan tertulis dari dokter umum, dokter gigi, dokter hewan, dokter spesialis kepada apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat kepada pasien.
Resep merupakan bagian hubungan yang profesional antara dokter, farmasis dan pasien.
Farmasis tidak hanya sekedar meracik obat tetapi juga memberi informasi untuk meyakinkan pasien sehingga pasien akan patuh dalam minum obat.
FORM RESEP
Resep biasanya ditulis dari form yang dicetak yang terdiri ruangan kosong untuk informasi. Biasanya dicetak nama, alamat, telepon, alamat RS/ Klinik pada sebelahnya.

Blanko resep disediakan di apotek tanpa ditulis nama, alamat dokter, dapat disediakan kalau dokter telepon atau kalau dokter datang ke apotek untuk menulis resep
BAGIAN RESEP
Inscriptio
Identitas dokter penulis resep, SIP, alamat, kota, tanggal dan R/
Praescriptio
Inti resep terdiri dari:
Nama obat, bentuk sediaan obat, dosis, jumlah
Signatura
Petunjuk pemakaian dan nama pasien
Subscriptio
Tanda tangan atau paraf dokter

Contoh Form Resep (Goth,1978) :
APOGRAPH (salinan resep)
Menurut Kepmenkes no.280 th 1981: Salinan resep adalah salinan yang dibuat apotek, selain memuat semua keterangan yang terdapat dalam resep asli harus memuat pula: nama dan alamat apotek, nama dan SIA, tanda tangan atau paraf APA, det/ detur untuk obat yang sudah diserahkan atau ne detur untuk obat yang belum diserahkan, nomor resep dan tanggal pembuatan.
Contoh Copi Resep/Apograph…..
Menurut Permenkes no. 922 th 1993 pasal 117
Salinan resep harus ditandatangani apoteker
Resep atau salinan resep hanya boleh diperlihatkan kepada dokter penulis resep atau yang merawat penderita, penderita ybs, petugas kesehatan atau petugas lain yang berwenang menurut peraturan perundangan yang berlaku

BAGIAN RESEP
Nama dan alamat dokter, SIP
Tanggal
Informasi tentang pasien
R/ =simbol = ambillah = superscription
Obat yang ditulis = inscription
Perintah pembuatan = subscription
Aturan pakai = signatura
Tandatangan
Informasi pasien
Nama, alama, jenis kelamin
SpA: usia, berat badan,

Beberapa singkatan Bahasa Latin yang sering digunakan pada penulisan resep :
DASAR PERTIMBANGAN PENULISAN RESEP
Agar tujuan pengobatan tercapai perlu diperhatikan:
Zat aktif dibuat bentuk sediaan yang cocok
Rute penggunaan yang cocok
PEMBERIAN OBAT PERLU DIPERTIMBANGKAN
Efek apa yang dikehendaki
Onzet yang bagaimana
Durasi yang bagaimana
Dilambung/ usus rusak tidak
Rute relatif aman dan menyenangkan
Harga murah
RUTE PENGGUNAAN OBAT
Per oral
Parenteral
Inhalasi
Melalui selaput lendir
Selaput lendir mulut (sublingual,buccal)
Hipodermik (implantasi, vaginal)
Selaput mata (okulenta, guttae)
Selaput lendir hidung (gtt nassales, spray)
Selaput lendir telinga (gtt auriculares)
Selaput lendir anus (suppositoria)
Selaput lendir vagina (ovula)

Penggunaan topikal
Serbuk (bedak)
Sediaan basah: kompres, mandi
lotion/(suspensi)
Liniment
Semi padat: salep, krim, pasta, jelly
Aerosol: semprot
MONITOR OBAT DALAM TERAPI
Efek obat yang dikehendaki
Meniadakan penyebab/ gejala
Mengganti/ menambah zat yang dibuat tubuh
Efek obat yang tak diinginkan
Efek samping
Alergi
Efek toksik
Fotosensitasi
Efek teratogen
Idiosinkrasi
Efek pengulangan:
Reaksi hipersensitif
Kumulasi
Toleransi
Takhifilaksi
Habituasi
Adiksi
resistensi
SK MENKES1027/MENKES/SK/IX/2004 PELAYANAN
Pelayanan resep
Promosi dan edukasi
Pelayanan residensial (home care)

PELAYANAN RESEP
Skrining resep
Persyaratan administratif: nama, sip, alamat dokter, tanggal penulisan resep, tt/paraf dokter, nama alamat, umur, jenis kelamin, berat badan pasien, nama obat, potensi, dosis, jumlah yang diminta, cara pemakaian yang jelas, informasi laiinnya.

Kesesuaian farmasetik: bentuk sediaan, dosis, potensi, stabilitas, inkomp, cara dan lama pemberian.

Pertimbangan klinis: adanya alergi, efek samping, interaksi, kesesuaian (dosis, durasi, jumlah obat dll).
Continue……..
Penyiapan obat
Peracikan: menyiapkan, menimbang, mencampur, mengemas, memberikan etiket pada wadah.

Etiket: jelas dan dapat dibaca.

Kemasan obat yang diserahkan: rapi dalam kemasan yang cocok sehingga terjaga kualitasnya.

Penyerahan obat: sebelum diserahkan dilakukan pemeriksaan akhir. Penyerahan dilakukan apoteker disertai pemberian informasi dan konseling.
Continue…….
Informasi obat: Apoteker memberi informasi yang benar, jelas, mudah dimengerti, akurat, tidak bias, etis, bijaksana, dan terkini. Informasi meliputi: pemakaian obat, cara penyimpanan, jangka waktu pengobatan, aktivitas serta makanan minuman yang harus dihindari selama terapi.

Konseling: tentang sediaan farmasi, pengobatan dan perbekalan kesehatan sehingga memperbaiki kualitas hidup pasien.

Monitoring penggunaan obat: terutama pasien DM, kardiovaskuler, TBC, asma, penyakit kronis lainnya.
.
Resep
Administrasi Legalitas
Inkompatibilitas
Screening Farmasetis Suspensi PGA/PGS/CMC
Maximal Dose
Klinis Sediaan Lazim
Spesialite
Sinonim
Alergi
Interaksi
Indikasi
Pemberian Harga
Penimbangan
Penyiapan Peracikan
Pemberian Etiket

Recek / cek ulang Penyerahan Informasi

PROMOSI DAN EDUKASI
Pharmacist harus aktif dalam menyampaikan promosi dan edukasi.
Penyebaran informasi bisa dengan menggunakan media, antara lain : melalui leaflet, brosur, poster, penyuluhan langsung, dll.
Pelayanan Residensial (home care)
Melakukan pelayanan kefarmasian yang bersifat kunjungan ke rumah,
Terutama untuk lansia dan pasien dengan pengobatan penyakit kronis lainnya.
Apoteker harus membuat catatan berupa catatan pengobatan (medication record).
Format kartu stok obat….. A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K-L-M-N-O-P-Q-R-S-T-U——-Z
Apotek FARMAGAMA Nama barang :……………….
Jl.Colombo 345 …………………………………..
Yogyakarta,Tlp…

DOSIS
Dosis atau takaran obat adalah banyaknya suatu obat yang dapat dipergunakan atau diberikan kepada seorang penderita, baik untuk obat dalam atau obat luar.
Kecuali dinyatakan lain, yang dimaksud dosis maksimum adalah dosis maksimum dewasa untuk pemakaian melalui mulut, injeksi subkutan dan rektal.
Dosis lazim tercantum dalam FI untuk dewasa dan anak yang merupakan petunjuk yang tidak mengikat.

MACAM-MACAM DOSIS
Dosis terapi:takaran obat yang diberikan dan dapat menyembuhkan penderita
Dosis minimum; takaran obat terkecil yang masih dapat menyembuhkan dan tidak menimbulkan resistensi
Dosis maksimum: takaran obat terbesar yang masih dapat menyembuhkan dan tidak menimbulkan keracunan penderita
Dosis toksik: takaran obat yang dapat menyebabkan keracunan penderita
Dosis letalis: takaran obat yang menyebabkan kematian pada penderita
PERHITUNGAN DOSIS
Faktor penderita: meliputu umur, bobot badan, jenis kelamin, luas permukaan tubuh, toleransi, habituasi, adiksi, sensitivitas, serta kondisi penderita
Faktor obat: sifat kimia fisika obat, sifat farmakokinetik (ADME) dan jenis obat
Faktor penyakit: sifat dan jenis penyakit
Secara pendekatan keamanan obat dinyatakan:
Indeks Terapi Obat (IT)
IT = DL50/DE50
DL50 = median dosis letal
DE50 = median dosis yang efek khusus
Margin Dosis Keamanan (MDK)
MDK = dosis yang menimbulkan efek samping/dosis yang memberi terapi efektif
MDK digunakan untuk mengevaluasi keamanan dalam penentuan dosis
PERHITUNGAN DOSIS
Berdasarkan umur
Berdasarkan bobot badan
Berdasarkan luas permukaan tubuh
Dengan pemakaian berdasarkan jam
PERHITUNGAN DOSIS BERDASARKAN UMUR
Rumus Young (untuk anak < 8 th)
Dosis = n(tahun)/n(tahun) +12 X dosis dewasa
Rumrs Fried
Dosis = n(bulan)/150 X dosis dewasa
Rumus Dilling
Dosis = n(tahun)/20 X dosis dewasa
Rumus Cowling
Dosis = n(tahun)/24 X dosis dewasa
N = umur dalam satuan tahun yang digenapkan keatas. Misal pasien 1 tahun 1 bulan dihitung 2 tahun.

Rumus Gaubius (pecahan X dosis dw
0-1th = 1/12 X dosis dws
1-2th = 1/8 X dosisi dws
2-3th = 1/6 dosis dws
3-4th = 1/4 X doisis dws
4-7th = 1/3 X dosis dws
7-14th = 1/2 X dosis dws
14-20 = 2/3 X doisis dws
21-60th = dosis dws
Rumus Bastedo
Dosis = n(tahun)/30 X doisis dws
PERHITUNGAN BERDASAR BOBOT BADAN
Rumus Clark (Amerika)
Dosis = bobot badan (pon)/150 X dosis dws
Rumus Thremich-Fier (Jerman)
Dosis = bobot badan anak (kg)/70 X dosis dws
Rumus Black (Belanda)
Dosis = bobot badan anak (kg)/62 X doisis dws
Rumus Junkker & Glaubius (paduan umur dan bobot badan)
Dosis = % X doisi dws
PERHITUNGAN DOSIS BERDASARKAN LUAS PERMUKAAN TUBUH
Farmakologi
Dosis = luas permukaan tubuh anak/1,75 X dosis dewasa
Rumus Catzel
Dosis = luas permukaan tubuh anak/luas permukaan tubuh dewasa X 100 X dosis dewasa
PERHITUNGAN DOSIS DENGAN PEMAKAIAN BERDASARKAN JAM
FI Satu hari dihitung 24 jam sehingga untuk pemakaian sehari dihitung:
Dosis = 24/n X
N = selang waktu pemberian
Tiap 3 jam = 24/3 X = 8 X sehari semalam:
Menurut Va Duin: pemakaian sehari dihitung 16 jam, kecuali antibiotik sehari dihitung 24 jam
16/3 +1X = 5,3 + 1 = 6,3 dibulatkan 7 X
DOSIS MAKSIMUM GABUNGAN
Dosis = doiss1Xpemakaian a/DM a sekali + dosis b sehari pemakaian/ DM b sehari
Ekstrak belladon dan sulfas atropin
Pulvis doveri dan pulvis opium
Untuk dosis maksimum yang mengandung sirup > 16,6% atau 1/6 bagian, bobot jenis dihitung 1,3
Volume = barat/BJ
Format surat pesanan (SP) apotek……..
Apotek FARMAGAMA Kepada Yth :
Jl.Colombo 345 PBF……………………………..
Yogyakarta,Tlp… di………………………………
SP No :………….
SURAT-PESANAN
Mohon dikirim obat-obatan untuk keperluan apotek sbb :

Yogyakarta,……………
Apoteker Pengelola Apotek

Nama/SIK…………..
PERACIKAN SEDIAAN OBAT YANG BAIK
ASPEK FISIS KHEMIS
Derajad halus
Griseovulfin 1-5 mikron
Bentuk kristal zat aktif
Amorf: kloramfenikol palm. Lebih baik diabsorpsi dp kristal
Penisilin G kristal lebih stabil dp amorf
Keadaan kimia obat
Hidrat lebih lambat diabsorpsi dp zat anhidrat
Dibuat kompleks denga EDTA, Mannitol,
Hormon bentuk ester tidak dirusak asam lambung
Tolbutamid Na kecep. Dissolusi 10.000 X tolbutamid
Kulit betametazon 17-valerat
Zat tambahan
Alat dan keadaan fis,dapat berpengaruh kecepatan terlarut zat aktif
Format surat pesanan (SP) Psikotropika Apotek …
APOTEK FARMAGAMA
Jl. Kolombo 345 jogjakarta
Telp. (0274) 7429458
SURAT PESANAN PSIKOTROPIKA
No :
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Prof.Dr. RA.Oetari, SU, Apt
Alamat : Barek Gg.Kinanti 4C Telp.(0274)561429 Yogyakarta
Jabatan : Apoteker Pengelola Apotek
Mengajukan Permohonan kepada :
Nama Perusahaan :
Alamat :
Jenis Psikotropika sebagai berikut :

Untuk keperluan apotek :
Nama Apotek : FARMAGAMA
Alamat :Jl. Kolombo 345 jogjakarta.Telp. (0274) 7429458
Yogyakarta,
Penanggung Jawab

Nama APA / No SIK

Format surat pesanan (SP) Narkotika Apotek …
SURAT PESANAN NARKOTIKA
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :
Jabatan :
Alamat rumah :
Mengajukan pesanan Narkotika kepada :
Nama distributor :
Alamat&No.Telpon :
Sebagai berikut :

Narkotika tersebut akan dipergunakan untuk keperluan :
Apotek
Lembaga
……………………………………20……….
Pemesan,

(…………………………………)
No.SIK………………………
Format Kartu Stelling Apotek…………
Medication Error
SOME COMMON CAUSES OF MEDICATION ERRORS :
Failed communication
Poor drug distribution practices problems
Dose miscaculations
Drug and drug device-related problems
Incorrect drug administration
Lack of patient education

FAILED COMMUNICATION
Handwriting
Terutama yang namanya mirip: longatin – largactil, epatin – enatin, difenilhidantoin – difenilhidramin
Drugs with similar names
Losec – Lasix
Zerroes and decimal points
Vincristin 2.0 mg – 20 mg
Metric and apothecary systems
Supaya ada standar
1/200 grain (0,3 mg) nitroglycerin tablet menggunakan 2×1/100 grain (0,6 mg masing-masing, atau 1,2 dosis total) .
Continue……..
Ambiguous or incomplete orders
Cyclophosphamide dosis 4 g, 1 – 4 hari, maksudnya 4 gram untuk total 4 hari ( 1 gram per hari, tetapi diberikan 4 gram per hari
Abbraviations
D/C – discharge and discontinue: digoxin, propranolol, insulin Pasien pulang, obat masih diteruskan, dikira pulang obat discontinue
HS – half strength,. Pasien menerima HS – hora somni, hora somni dan full strength

POOR DRUG DISTRIBUTION PRACTICES
Distribusi dengan satu unit doses adalah untuk mengurangi kesalahan dalam pengobatan, disiapkan, masuk wadah, diberi etiket dan dicek oleh farmasis dan diberikan oleh perawat kepada pasien dengan pengecekan tambahan untuk kepastian.
Sekarang persediaan multiple-dose terswedia di bangsal dimana perawat dapat lansung menggunakan maka dapat terjadi salah vial.
Menggunakan label umum dengan komputer dapat salah dibanding resep asli.
Pelaksana yang tidak dididik

DOSE MISCALCULATIONS
Biasanya terjadi pada obat yang digunakan pediatri dan sediaan yang digunakan intravenus. Perhitungan dosis dapat mengakibatkan kesalahan 10 kali lipat atau lebih.

PROBLEM RELATED to DRUGS and DRUG DEVICES
Profesi kesehatan memebaca label tiga kali yaitu waktu mengambil, menggunakan dan mengembalikan.

Labeling dan packaging menyebabkan medication errors.

INCORRECT DRUG ADMINISTRATION
Walaupun dalam persiapan dispensing sudah benar tetapi masih kemungkinan terjadi kesalahan pada penggunaan obat.
Untuk memperoleh pengobatan tepat pasien dengan tepat route dan tepat waktu adalah esensial.
Pasien kadang kurang perhatian. Misal tetes mata, tetes hidung, tetes diminum; obat topikal diminum (vaginal tablet, suppositoria), enteral feeding dengan gasric tube diberikan iv
LACK of PATIENT EDUCATION
Farmasis mendidik pasien secara profesional merupakan hal yang penting dalam meyakinkan penggunaan obat.
Pasien yang tahu penggunaan obat untuk apa, cara pemakaian, seperti apa obat tersebut, bagaimana obat bekerja sangat membantu meminimalkan tidak terjadinya medication errors
Kondeling dan edukasi tentang pengobatan dan semua pengelolaan obat dan penyakit sangat penting
Pasien diusahakan untuk bertanya dan mendapat jawaban yang memuaskan

Adalah Obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter di Apotek, dan penyerahannya harus dilakukan oleh Apoteker (APA).
perlu ditunjang adanya sarana yang dapat meningkatkan pengobatan sendiri secara tepat, aman dan rasional
Perlu peningkatana penyediaan obat yang dibutuhkan dan menjamin penggunaan obat secara tepat, aman dan rasional
Peran APA dalam KIE perlu ditingkatkan
Perlu ditetapkan OWA
PELAYANAN OWA
Memenuhi ketentuan dan batasan tiap jenis obat
Membuat catatan pasien serta yang telah diserahkan
Memberikan informasi meliputi dosis dan aturan pakainya, kontraindikasi, efek samping dan lai-lain yang perlu diperhatikan oleh pasien

OBAT WAJIB APOTEK (OWA)
DAFTAR OWA NO 1
347/MENKES/SK/VII/1990

DAFTAR OWA NO 2
924/MENKES/PER/X/1993

DAFTAR OWA NO 3
1176/MENKES/SK/X/1999
DAFTAR OWA NO 1
Oral kontrasepsi
Obat saluran cerna
Obat mulut dan tenggorokan
Obat saluran napas
Obat yangmempengaruhi sistem neuromuskuler
Antiparasit
Obat kulit topikal
DAFTAR OWA NO 2
34 item tambahan obat-obat
DAFTAR OWA NO 3
Saluran pencernaan dan metabolisme
Obat kulit
Antiinfeksi umum
Sistem muskuloskeletal
Sistem saluran pernafasan
Organ-organ sensorik

OWA 3 YANG DIKELUARKAN
Obat saluran cerna + psiko — dengan resep
Obat mulut dan tenggorokan — heksetidin–obt
Obat saluran napas obat asma: aminofilin, sekretolitik/ mukolitik — bromheksin
Obat yang mempengaruhi neuromuskuler :analgetik antipiretik: glafenin, metampiron + klordiazepoksid/ diazepam
Antiparasit: obat cacaing mebendazol
Obat kulit topikal: antifungi tolfaftat
ALASAN DIKELUARKAN DARI OWA
1. Obat yang mengandung psikotropika, karena UU psikotropika menyebutkan bahwa psikotropika hanya dapat diberikan dengan resep dokter
2. OWA jadi lingkar biru atau hijau:
Efek samping ringan
Frekuensi penggunaan sering
Masyarakat sudah makin pandai/ tahu tentang obat
ADR & INTERAKSI OBAT

PENDAHULUAN
Eksipien = bahan tambahan = ajuvan
ZA + ajuvan — memudahkan formulasi —sediaan seragam, stabil, cocok, karakteristik fisika kimia, pelepasan dan enak dipakai
Eksipien — dulu bahan inert, inaktif, tidak toksik — sekarang bukan bahan inaktif, merupakan bahan terbesar, kemungkinan terjadi interaksi, akan merubah bioavailabilitas ZA, penyebab ADR.
KASUS
1937 – elixir sulfanilamid, 72% dietilenglikol yang toksik, 76 meninggal
1968 – 1969 – keracunan fenetoin di Autralia, pengisi CaSO4 — laktosa — bioavailabilitas meningkat
1971 – rifampicin + PAS (granul + bentonit) — absorpsi Rifampicin turun — efek turun
1972 – 1973 – digoksin — ukuran partikel — bioavalibilitas naik, efek naik, pasien jantung — over digitalisasi
1983 – indometazin + osmosin — tertimbun dalam intestin — ulser/ lubang dalam usus.
1. ZAT WARNA: TARTRAZIN (FDC Yellow 5)
Untuk makanan, kosmetika dan obat: kortikosteroid — bintik- bintik merah
Alergi (pruritus, urticaria, oedem pada bibir, lidah, anak lidah, asmatis), iritasi konjuctiva, sekresi nasofarengeal, headache, vomit, palpitasi, anafilaksi, hipersensitif pada anak.
Dicantumlan pada label: oral, rektal, vaginal, nasal.
ZAT WARNA TERAPEUTIK AKTIF TIDAK TERMASUK KATEGORI BAHAN TAMBAHAN
Indigo karmyn
Merah kongo
Metilen biru
Gentian violet
Brilian hijau
flourescein
2. FLAVOUR
Minyak kayu manis dan sinamil aldehid
Menyebabkan alergi
Dalam pasta gigi menyebabkan cholitis, stomatitis, belahan pada bibir
Pada salep (ol cinnamomi) — dihilangkan
3. GULA, PEMANIS BUATAN, FLAVOUR

1. Laktosa
2. Sukrosa dan glukosa
3. Pemanis buatan: Siklamat, sakarin, sorbitol, aspartam
LAKTOSA
Laktosa sebagai pengisi/ pengencer — tablet, kapsul, poeder — merupakan bagian terbesar
Kalau absorpsi kurang bagus dapat menyebabkan : kram perut, diare, flatulen, kembung, vomit
Disebabkan efek osmotik dan fermentasi laktosa — terbentuk asam laktat + CO2
Pengatasannya: sediaan bebas laktosa: susu LLM (Low Lactose Milk), Morinaga NL (Non Lactose)

SUKROSA DAN GLUKOSA
Biasanya digunakan dalam sediaan cair — 80%
Tablet chewable
Efek samping: penderita DM, karies (penyakit kronis: asma, epilepsi) > 6 bulan, plaque, inflamasi gingivale
Pengobatan
sirup– 44 anak– 168 karies, 15 dicabut
Tablet — 47 anak — 63 karies, tak ada dicabut

PEMANIS BUATAN: SIKLAMAT, SAKARIN, SORBITOL, ASPARTAM
1970, Amerika melarang untuk makanan, minuman, obat karena menyebabkan kanker kandung kemih
Siklamat dan sakarin — sel malignan kandung kemih pada percobaan pada tikus, mencit, hamster — gagal menjelaskan karsinogenesis
Sakarin — dicurigai karsinogenesis, alergi (urticaria)
Sorbitol: manisnya 1/2 sukrosa, untuk DM, efek samping flatulen, diare, kembung
Aspartam: dari tanaman, paten: Diasweet, Equal
4. ZAT PENGAWET (PRESERVATIF)
Paraben : bakteriostatik & fungisid
Krem, lotion, sabun, face powder, kosmetik, sirup, soft-drink, susu, bahan konveksi
Klorasetamide : body lotion
Klorokresol
Asam sorbat
Fenilmerkuri nitrat: tm, salep, vaksin
Glaukoma + pilokarpin — keratopati -(iritasi, fotofobia, lakrimasi) — EDTA (chelating agent
Tiomersal : vaksin, tuberkulin
Triklosan : kosmetik, sabun, deterjen
5. KOMPONEN DALAM SALEP, KRIM, FORMULASI TOPIKAL LAINNYA
Basis
Lanolin
Petrolatum (vaselin) — hiperpigmentasi & dermatitis kronis (Daryantulle, sofratulle)
Peg BM 200 – 700) kasus alergi
Minyak sesami
Surfaktan
Anionik — Na laurilsulfat — iritasi
Trietanolamin + asam lemak (stearat, oleat) — sabun — pengemulsi — eksim
Nonionik: span 80, tween 40, 80, arlacel 83, gliseril monostearat — iritasi hanya beberapa kasus
6. ALKOHOL
Etanol : sebagai soven
Bahaya pada pasien alkoholisme
Alkohol — asetaldehid naik dalam darah
ADR hipotensi, nausea, vomit, sweating, headche, tachicardi, facial flushing
Benzil alkohol : sebagai preservatif
Paraglagia, neurotoksisiti
IV pada infant — fatal poisoning
Isopropil alkohol : sebagai antiseptik
Pasien DM menggunakan 70% isopropil alkohol terjadi alergi — ganti etilalkohol 70%
DRUG INTERACTIONS
Drug – drug interactions
Drug – food interactions
Drug – herb interactions
BEBERAPA DASAR MEKANISME INTERAKSI
Apa itu interaksi obat?
Apakah akibat dari interaksi obat?
Seberapa serius inetraksi perlu diperhatikan dan ditangani?
Mekanisme interaksi obat
Kesimpulan

APA ITU INTERAKSI OBAT
Interaksi adanya perubahan efek karena obat lain, makanan, minuman atauzat kimia lainnya
Peningkatan toksisitas: terjadi pendarahan:
warfarin + azopropazon
Warfarin + fenilbutazon
Efek berkurang:
warfarin + rimfapicin,
tetrasiklin + antasida/ susu
Interaksi menguntungkan:
antihipertensi + diuretik
sulfamethoxazol + trimetoprim

APAKAH AKIBAT INTERAKSI OBAT?
Makin banyak obat yang digunakan pasien akan semakin besar terjadi reaksi yang merugikan
7% yang mendapat 6 – 10 macam obat, 40% yang mendapat 16 – 20 obat, peningkatan tidak sebanding
Insiden lebih tinggi pada pasien dewasa karena adanya faktor umur dimana fungsi ginjal dan hepar mulai menurun
77 potesial interaksi hanya 6,4% ADR

SEBERAPA SERIUS INTERAKSI PERLU DIPERHATIKAN/ DITANGANI
Resiko mengobati pasien lebih dari 1 macam obat pada saat yang sama
Perlu diketahui ada beberapa obat berinteraksi dengan beberapa pasien tapi tidak pada yang lainnya.
2 obat berpotensi berinteraksi:
solusi: diganti alternatif yang tidak berinteraksi, dimonitor dengan baik, dosis diatur, pengurangan dosis, efek juga akan berkurang
Cimetidin menghambat metabolisme warfarin bila dosis dikurangi, kalau tdosis tinggi mungkin terjadi
Isoniazid menaikkan kadar phenytoin sampai kadar toksik terutama untuk pasien yang asetilator lambat untuk isoniazid
Pasien mempunyai variabel dalam memberikan reaksi, perlu daftar/ dokumen interaksi obat
MEKANISME INTERAKSI OBAT
Banyak obat yang berinteraksi 1 macam interaksi tetapi dapat 2 atau lebih mekanisme inetraksi
Interaksi farmakokinetik
Interaksi farmakodinamik
Interaksi farmakodinamik
Adiktif/ sinergis/ campuran
Antagonis/ berlawanan
Interaksi terhadap perubahan dalam mekanisme transport
Interaksi yang menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit dan cairan
Interaksi farmakokinetik
Absorpsi
Efek perubahan pH gastrointestinal
Adsorpsi, kelat, mekanisme komplek lai
Perubahan motilitas gastrointestinal
Malabsorpsi karena obat
Interaksi perpindahan obat (ikatan protei
Interaksi metabolisme obat (biotransformasi)
Induksi enzim
Inhibisi enzim
Perubahan aliran darah yang melewati hati
Interaksi yang berkaitan dengan perubahan ekskresi
Perubahan pH urin
Perubahan ekskresi aktif tubuler ginjal
Perubahan aliran darah di ginjal
Ekskresi empedu dan siklus enterohepatik

…………….

Principles of prescribing drugs for infants and children
Is drug terapy required.
If drug terapy is required, which drug is appropriate.
Which route of administration and preparation.
Estimation of drug dosage.
Duration of treatment.
Compliance, medication instructions and education about disease.
Paediatri Drug Delivery System
Inactive Ingredients
Excipients cause ADR : benzyl alcohol.
Dyes : tartrazine.
Sweeteners : sucrose, sorbitol
Vehicle Selection
Ethanol
<6—0,5%
6-12 < 5%
>12 th–<10%

Continue…. Paediatri Drug Delivery System
Administration
Oral administration : <5 th, tidak bisa menelan – liquid – unstable, ED pendek.
Rectal administration : absorpsi variabel, dosis tidak flexibel untuk dosis tertentu.
Transdermal administration : absorpsi berlebihan – toksik.
Parenteral administration : otot kecil, perfusi tidak cukup pada im.
INACTIVE INGREDIENTS
Inactive ingredients – excipients.
Selecting excipients is complex.
Hospitalized – oral & parenteral.
Seriousevents : low birth, weight, neonatus, asthmatics, diabetics.
Table of list the excipients that reported cause ADR in pediatri.
Benzyl alcohol, propylen glycol, lactose, polysorbates are associated with dose-related toxic reactions..
1,5% benzyl alcohol as preservative have caused metabolic acidosis, cardiovaskular, collaps. And death in low bieth. Weightpremature neonate and infant. (mmaturity of hepatic and renal function )
.
Azo-dyes tartrazine (FDC yellow 5)~potential danger.
FDC 5&6 ~ hypersensitivity reactions.
Tartrazine ~ induced bronchocontriction commonly considered a cross-reaction to aspirin in sensitive asthmatic.
Urticaria
Azo dyes suggests caution when using a drug contining an azo dye in asthmatics.
Non-azo dyes are considered to be weak sensitizers
SWEETENERS (increase & palatability)
Sucrose
Chewable tablets 20-60%.
Liquid ~85%
107 antibiotic syrup ~4 free.
Long term therapy (asthma) ~significant problem : labile diabetes, dental caries formation.
Sweeteners Continue………
Sorbitol : polyhidric alcohol
129 oral liquid ~ 42%
Concentration 3,5-72%
Low cariogenic potential ~is not fermented by salivary bacteria.
Doesn’t require insulin for metabolism.
Intolerance : abdominal cramping, diarrhea (osmotic diarrhea)
Sweeteners Continue……..
Saccharine
300 X sucrose
Chewable tablet 7 of 9
Liquid 74 of 150
Bladder cancer ~<1 g/day
VEHICLE SELECTION
Etanol
Solvent
Preservatif
Flavouring
Inhance the oral absorption of active ingredient.
Hepatic metabolism~nonlinier
Young Children~a limited ability to metabolize ~intoxication
<6 years < 0,5%
6-12 < 5%
>12 ~ < 10%.

BENTUK SEDIAAN UNTUK PEDIATRI
PER ORAL
PER RECTAL
TRANSDERMAL
PARENTERAL
MELALUI PARU-PARU
PER ORAL
Per oral – sangat disenangi.
< 5 tahun sulit menelan ~ cair- tidak stabil, ED pendek.
> 3tahun ~ tablet kunyah
Perlu diperhatikan :
Bau
Rasa
Tekstur
Rasa yang tinggal
warna
PER RECTAL
Pemberian melalui jalur ini menimbulkan variasi kecepatan dan jumlah absorpsi obat pada anak-anak.
Ketidak fleksibelan dosis menyebabkan rute pemberian ini sebaiknya tidak digunakan pada pasien pediatri.
TRANSDERMAL
Stratum korneum sudah berkembang sangat sempurna pada saat kelahiran dan mempunyai permeabilitas yang sama dengan orang dewasa, kecuali umur <1 bulan.
Pada neonatus dan inflant, barrier epidermis belum berkembang, sehingga terjadi absorpsi yang berlebihan dari zat yang berpotensi toksik jika digunakan pada kulit.
PARENTERAL
Absorpsi obat lewat intra muskular sangat tidak menentu pada neonatus, karena, massa otot mereka yang kecil dan perfusi dalam intramuskular yang tidak cukup.
Volume yang diinjeksikan menyebabkan rasa sakit dan tidak enak.

Kolesterol.ppt

Download

Kolesterol.ppt

Kolesterol
Definisi
sterol utama dalam tubuh manusia

komponen struktural membran sel dan lipoprotein plasma, dan juga merupakan bahan awal pembentukan asam empedu serta hormon steroid
Manfaat kolesterol
Pembentuk dinding sel tubuh
Pembentukan hormon
Pembentukan vitamin D
Membantu proses kerja tubuh di empedu
Sumber energi
Jenis-jenis kolesterol
very low density lipoprotein (VLDL)
intermediate density lipoprotein(IDL)
low density lipoprotein (LDL)
high density lipoprotein (HDL).
Low Density Lipoprotein (LDL)
paling banyak kolesterol dan lemak di dalam darah
Kadar LDL yang tinggi dan pekat ini akan menyebabkan kolesterol lebih banyak melekat pada dinding-dinding pembulu darah pada saat transportasi dilakukan

High Density Lippoprotein (HDL)
Kolesterol HDL ini mengangkut kolesterol lebih sedikit dan mengandung banyak protein
berfungsi membuang kelebihan kolesterol yang dibawa oleh LDL
mencegah terjadinya pengendapan dan mengurangi terjadinya plak dipembulu darah yang dapat mengganggu peredaran darah dan membahayakan tubuh
Kolesterol dan Peranannya Pada Beberapa Penyakit
Kolesterol dengan lemak berhubungan erat dengan timbulnya arterosklorosis endapan lemak dan garam-garam lain dalam dinding pembulu darah nadi (arteri) sehingga pembulu darah menjadi kaku (sklerosis), yang mengakibatkan menurunnya aliran darah pada bagian yang seharusnya mendapat suplai
pengobatan non farmakologi
Menghentikan kebiasaan merokok
Berolahraga, bila badan tidak berolahraga maka kadar kolesterol, kadar HDL rendah dan menimbulkan kelebihan berat badan
Membatasi makanan yang merupakan sumber kolesterol
Mengkonsumsi makanan berserat. Serat sayuran dan buah dapat mencegah penyerapan kolesterol sehingga menurunkan kadar kolesterol dalam darah
Golongan obat untuk kolesterol
Satin
Bile acid sequestrants (Resin)
Cholesterol absorption inhibitors (Ezetimibe)
Nicotinic acid or niacin (Asam Nikotinat)
Fibrates (Asam Fibrat)
Hasil dari Pemeriksaan Kolesterol
Total Kolesterol
HDL Kolesterol
LDL Kolesterol
Trigliserida
Total Kolesterol
HDL Kolesterol
LDL Kolesterol
Trigliserida

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.